Latar
belakanag
Perkembangan dunia informasi dan teknologi
sangat cepat. Website adalah satu wadah yang memudahkan untuk mengirim
informasi dan mencari informasi. Website tidak asing lagi bagi individu dan
kelompok. Ini juga di gunakan oleh perusahan.
Selain keuntungan tersebut,
keistimewaan lain website adalah kemudahan akses atau
pengoperasiannya yang dapat dilakukan siapapun mulai dari anak-anak sampai
orang dewasa. Maka tidak mengherankan jika aplikasi java telah menjadi konsumsi
publik sebagaian besar masyarakat Indonesia.
Keberadaan aplikasi website telah menghadirkan nuansa tersendiri di tengah
masyarakat karena selalu mengikuti kemajuan teknologi. Peningkatan fasilitas
demi menambah kepuasan pelanggan menjadi sisi yang paling ditonjolkan. Hal ini
tentu saja semakin memantapkan posisinya sebagai bagian kebutuhan masyarakat. Ia telah menjadi bagian hidup masyarakat masa kini.
masyarakat karena selalu mengikuti kemajuan teknologi. Peningkatan fasilitas
demi menambah kepuasan pelanggan menjadi sisi yang paling ditonjolkan. Hal ini
tentu saja semakin memantapkan posisinya sebagai bagian kebutuhan masyarakat. Ia telah menjadi bagian hidup masyarakat masa kini.
Salah
satunya website yang berbasis mobile atau mobile web. Membangun sebuah website
perlu adanya aplikasi dukungan seperti jquery, html5, java script dan yang sekarang merupakan
kebutuhan bagi seluruh penguna website terutama yang mudah di akses diaman
saja, kapan saja. Kali saya akan sedikit menjelaskan tentang apa itu jquery dan
cara singkat membuat website dengan perangkat
mobile.
Rumusan
masalah
Membahasa
Mengenai Pengertian Jquery?
History
jquery.?
Development
website mobile.?
Pengertian
Jquery
JQuery merupakan suatu
framework (library) Javascript yang menekankan bagaimana interaksi antara
Javascript dan HTML. JQuery pertama kali dirilis pada tahun 2006 oleh John Resig.
Pada perkembangannya JQuery tidak sekedar sebagai framework Javascript, namun
memiliki kehandalan dan kelebihan yang cukup banyak. Hal tersebut menyebabkan
banyak developer web menggunakannya. JQuery memiliki slogan “Write less, do
more” yang kurang lebih maksudnya adalah kesederhanaan dalam penulisan code,
tapi dengan hasil yang lebih banyak.
JQuery merupakan library open
source dengan lisensi GNU General Public License dan MIT License. Dari sisi
ukurannya, framework JQuery sungguh ramping, hanya sekitar 20 KB dan hanya
terdiri dari satu file. Namun demikian, bagi yang menginginkan fungsi lebih,
JQuery memungkinkan penambahan fungsionalitas dalam bentuk plugin. Saat ini
tersedia ribuan plugin yang dapat diperoleh secara gratis di internet.
Apa yang bisa dilakukan dengan
JQuery?
1. Mengakses bagian halaman
tertentu dengan mudah.
Tanpa adanya library Javascript
khusus, untuk mengakses suatu bagian tertentu dari halaman, harus mengikuti
aturan Document Object Model (DOM) dan pengaksesan harus secara spesifik
menyesuaikan dengan struktur HTML. Dengan kata lain, pengaksesan bagian
tertentu dari halaman sangat tergantung pada struktur dari HTML. JQuery
menawarkan cara yang mudah (bahkan sangat mudah) dalam mengakses bagian
tertentu dari halaman. Pengaksesan juga tidak terlalu bergantung pada struktur
HTML.
2. Mengubah tampilan bagian
halaman tertentu.
CSS (Cascading Style Sheet)
menawarkan metode yang cukup handal dalam mengatur dan mempercantik halaman
web. Namun terkadang CSS punya kelemahan yang cukup mengganggu, yaitu beberapa
perintah CSS tidak didukung oleh semua browser. Cukup merepotkan jika kita
harus mendesign halaman web dengan beberapa CSS sekaligus. Sekali lagi JQuery
menawarkan solusi untuk mengatasi hal tersebut. Dengan JQuery, “kesenjangan” yang
terjadi antara browser dalam urusan CSS akan tertutup dengan baik.
3. Mengubah isi dari halaman.
Jaman dulu (baca:sebelum JQuery
lahir) cukup sulit jika kita akan mengubah sebagian isi dari halaman. Mengubah
disini dapat berarti mengganti teks, menambahkan teks atau gambar, mengurutkan
suatu daftar (list), menghapus baris tabel dan sebagainya. Dengan JQuery, hal
tersebut dapat dilakukan dengan hanya beberapa baris perintah.
4. Merespond interaksi user dalam
halaman.
Website yang baik tidak cukup
digambarkan dengan user-interface dan tampilan yang memukau. Namun lebih dari
itu, bagaimana pengunjung dapat berinteraksi dengan website dan dapat mengatur
tampilannya sendiri. Interaktivitas sangat bergantung bagaimana pemrograman
yang dipakai dalam menangani event-handling. Javascript sendiri memiliki
beberapa event-handling seperti onclick untuk menangani event saat terjadi
click. Namun demikian, event handling pada Javascript terbatas pada
object-object tertentu, dan jenisnya pun terbatas. JQuery melengkapi semuanya
dengan tambahan penanganan event-handling yang semakin mudah.
5. Menambahkan animasi ke
halaman.
Animasi seringkali disertakan
dalam suatu halaman web untuk menambah kecantikannya. Saat ini animasi masih
cukup digemari oleh para peselancar situs. Animasi dapat dibuat dalam berbagai
gaya, ada yang menggunakan Flash, gambar bergerak (GIF), video, dan sebagainya.
Masing-masing tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. JQuery
sendiri menawarkan konsep animasi (walaupun masih sederhana) yang cukup apik
namun ramah bandwidth alias ringan. Salah satu animasi yang bisa dibuat dengan
JQuery adalah fading jika terdapat suatu bagian dari halaman ditambahkan atau
dihilangkan.
6. Mengambil informasi dari
server tanpa me-refresh seluruh halaman.
Mengambil informasi dari server
tanpa refresh halaman merupakan salah satu konsep dasar dari yang namanya AJAX
(Asynchronous Javascript and XML). Pada penerapannya, cukup ribet jika harus
membangun website dengan konsep AJAX, saat ini banyak library khusus yang berusaha
mempermudahnya. JQuery merupakan salah satunya.
7. Menyederhanakan penulisan
Javascript biasa.
Semboyan JQuery adalah “Write
less, do more” atau dengan kata lain kesederhanaan dalam penulisan code, tetapi
menghasilnya tampilan yang lebih. Sebenarnya inilah yang menjadi daya tarik
tersendiri buat para pengembang web untuk menggunakan JQuery.
Download JQuery
Situs resmi JQuery dapat diakses
di http://jquery.com/. Dan library JQuery dapat didownload di alamat
http://docs.jquery.com/Downloading_jQuery. Tersedia library jQuery dalam 2
(dua) jenis yaitu minified dan uncompressed. Minified jika kita ingin
menggunakannya saja dalam website kita (ukuran 18 KB), sedangkan uncompressed
jika kita berkeinginan turut serta mengembangkan code jQuery.
Contoh Sederhana JQuery
contoh jquery
Penjelasan Program
Pertama, kita harus menyertakan
(include) file library JQuery. Pastikan letak dari file library sudah benar.
Perintah-perintah JQuery.
Baris 8 merupakan perintah
inisialisasi dimana saat halaman (dokumen) siap ditampilkan maka jalankan juga
perintah yang ada di dalamnya. Hal ini mirip dengan event onLoad yang biasanya
diletakkan di tag .
Baris 9-11 maksudnya adalah
mendefinisikan action yang terjadi saat link dengan class=show ( $(‘a.show’) )
diklik (lihat link baris ke-22). Jadi jika link di-klik maka paragraf dengan
nama class=jquery ( $(‘p.jquery’) ) akan tampil dengan durasi tampil “slow”.
Paragraf yang akan ditampilkan adalah paragraf baris ke-24 sampai 27.
Baris 13-15 sebaliknya, akan menyembunyikan isi dari
paragraf yang mengandung nama class=jquery.
Isi dari halaman. Perhatikan nama class dari
masing-masing object.
Referensi :
Jonathan Chaffer, Karl Swedberg, Learning JQuery,
Packt Publishing, 2007
http://jquery.com/
http://en.wikipedia.org/wiki/Jquery
http://didats.net/page/belajar-javascript-lebih-lanjut-dengan-jquery-1/
http://bagindokemas.com/2008/12/21/berkenalan-dengan-jquery/
Sejarah
2013
Maret
·
1
Maret 2013 - jQuery 2.0 Beta 2 Dirilis
Februari
·
20
Februari 2013 - jQuery Mobile 1.3.0 Dirilis
·
15
Februari 2013 - jQuery Learning Center
Januari
•
24
Januari 2013 - QUnit 1.11 Rilis: A Look Kembali (dan Forth)
•
23
Januari 2013 - Open Content & Desain Datang ke jQuery
•
17 Januari 2013 - jQuery 1.10.0 Dirilis
•
16
Januari 2013 - jQuery Plugin Registry
•
15
Januari 2013 - jQuery 1.9 Akhir, jQuery 2.0 Beta, jQuery Migrasi Akhir Dirilis
•
14
Januari 2013 - The State of jQuery 2013
2012
November
•
23
November 2012 - jQuery Color 2.1.1 Dirilis
•
13
November 2012 - jQuery 1.8.3 Dirilis
Oktober
•
29
Oktober 2012 - jQuery Developer Summit Rekap
•
8
Oktober 2012 - jQuery UI 1.9.0 Dirilis
•
2
Oktober 2012 - jQuery Mobile 1.2.0 Dirilis
September
•
28
September 2012 - jQuery UI 1.8.24 Dirilis
•
20
September 2012 - jQuery 1.8.2 Dirilis
Agustus
•
30
Agustus 2012 - jQuery 1.8.1 Dirilis
Juli
•
4
Juli 2012 - Sizzle pemilih menulis ulang mesin
Juni
•
28-29
Juni, 2012 - jQuery Conference 2012 San Francisco
•
28
Juni 2012 - jQuery UI 1.9 beta dirilis
April
•
30
April 2012 - Twentieth Maintenance Release untuk jQuery UI 1.8
•
13
April 2012 - jQuery Mobile 1.1 dirilis
Maret
•
21
Maret 2012 - jQuery 1.7.2 dirilis
•
6
Maret 2012 - jQuery Yayasan Diumumkan
Februari
•
12
Februari 2012 - jQuery Inggris Konferensi
2011
Desember
•
13
Desember 2011 - jQuery Plugin situs redesign mulai
November
•
28
November 2011 - jQuery Mobile Memenangkan Penghargaan bersih.
•
18
November 2011 - jQuery Dewan Diumumkan
•
16
November 2011 - jQuery Mobile 1.0 dirilis
•
15-16
November 2011 - jQuery Summit 2011
•
15
November 2011 - jQuery Mobile menang 2011 Packt Publishing Open Source
Penghargaan
•
3
November 2011 - jQuery 1.7 dirilis
Oktober
•
24
Oktober 2011 - jQuery Standards Tim Diumumkan
•
01-02
Oktober 2011 - jQuery Konferensi Boston 2011
September
•
29
September 2011 - jQuery Mobile 1.0 RC1 dirilis
•
12
September 2011 - jQuery 1.6.4 dirilis
•
1
September 2011 - jQuery 1.6.3 dirilis
Juni
•
30
Juni 2011 - jQuery 1.6.2 dirilis
•
20
Juni 2011 - jQuery Mobile Beta dirilis
Mei
•
31
Mei 2011 - jQuery Plugin warna v2 Beta dirilis
•
12
Mei 2011 - jQuery 1.6.1 dirilis
•
3
Mei 2011 - jQuery 1.6 dirilis
April
•
26-27
April 2011 - jQuery Conference 2011 - SF Bay Area
Februari
•
24
Februari 2011 - Kesepuluh Pemeliharaan Rilis untuk jQuery UI 1.8
Januari
•
31
Januari 2011 - jQuery 1.5 dirilis,. $ Rewrite ajax, objek tangguhan
diperkenalkan
2010
November
•
23
November 2010 - jQuery UI API redesign mengumumkan
•
23
November 2010 - jQuery menang 2010 Packt Publishing Open Source Penghargaan
•
16-17
November 2010 - jQuery Summit 2010
•
11
November 2010 - jQuery 1.4.4 dirilis
Oktober
•
16-17
Oktober 2010 - jQuery Konferensi Boston
•
16
Oktober 2010 - jQuery 1.4.3 dirilis
•
16
Oktober 2010 - jQuery Mobile Alpha dirilis
•
15
Oktober 2010 - Julian Aubourg dimulai $ ajax menulis ulang untuk jQuery 1.5.
September
•
4
September 2010 - jQuery podcast memiliki rumah baru
Agustus
•
14
Agustus 2010 - jQuery UI 1.8.4 dirilis
•
13
Agustus 2010 - The jQuery Proyek Bangga Umumkan Proyek Ponsel jQuery
Juli
•
21
Juli 2010 - jQuery Proyek mensponsori Scott González untuk bekerja pada jQuery
UI
April
•
24-25
April 2010 - Konferensi jQuery Bay Area di Mountain View, CA
Maret
•
23
Maret 2010 - jQuery UI 1.8 menambahkan posisi, tombol, autocomplete, baru
widget pabrik, inti ringan
•
16
Maret 2010 - Microsoft untuk Perluas Kerjasama dengan Komunitas jQuery
Februari
•
19
Februari 2010 - release Pemeliharaan: jQuery 1.4.2 Dirilis
Januari
•
25
Januari 2010 - release Pemeliharaan: jQuery 1.4.1 Dirilis
•
21
Januari 2010 - jQuery.org dirilis
•
20
Januari 2010 - New jQuery Forum dirilis
•
14
Januari 2010 - jQuery 1.4 dirilis
•
14
Januari 2010 - 14 Days of jQuery mulai
•
8
Januari 2010 - Browser API baru dirilis
2009
Desember
•
3
Desember 2009 - jQuery memenangkan Penghargaan Majalah Net untuk Best Open
Source Application.
•
November
•
19
November 2009 - The jQuery Summit secara online berlangsung
•
13
November 2009 - Episode pertama dari jQuery Podcast diterbitkan
September
•
12-13
September 2009 - Konferensi jQuery di Boston, MA
•
11
September 2009 - jQuery bergabung dengan Software Freedom Conservancy
Maret
•
6
Maret 2009 - jQuery UI 1.7 rilis: domain baru, New CSS Kerangka & Drama
Update
•
Februari
•
20
Februari 2009 - release Pemeliharaan: jQuery 1.3.2 Dirilis
•
Januari
•
21
Januari 2009 - Perbaikan Bug rilis: jQuery 1.3.1 Dirilis
•
14
Januari 2009 - ulang tahun ke-3 dari jQuery, jQuery 1.3 dirilis, Sizzle.js
dirilis 2008
2008
September
•
28
September 2008 - Microsoft dan Nokia mengumumkan dukungan mereka untuk jQuery
•
28
September, 2008-2008 jQuery Konferensi di Boston, MA
•
Agustus
•
28
Agustus 2008 - situs jQuery redesign
Juli
•
14
Juli 2008 - jQuery UI 1.5.2
Juni
•
2
Juni 2008 - jQuery UI 1,5 rilis kandidat, kita semakin bersemangat
•
Mei
•
24
Mei 2008 - 1.2.6 jQuery
•
21
Mei 2008 - jQuery 1.2.5: Perbaikan untuk membangun buruk 1.2.4
•
19
Mei 2008 - jQuery 1.2.4: bug memperbaiki rilis
•
9
Mei 2008 - kerangka pengujian QUnit mendapat rilis awal
•
5
Mei 2008 - situs baru jQuery UI: UI 1.5b4 dan efek baru
Februari
•
8
Februari 2008 - jQuery 1.2.3: AIR, Namespacing, dan UI Alpha
Januari
•
15
Januari 2008 - jQuery 1.2.2: 2nd Birthday Present
2007
September
•
17
September 2007 - New pengguna perpustakaan antarmuka untuk jQuery: jQuery UI:
Interaksi dan Widget
•
16
September 2007 - Perbaikan Bug untuk jQuery 1.2: jQuery 1.2.1: Perbaikan Cepat
untuk 1,2
•
10
September 2007 - jQuery 1.2 dirilis: jQuery 1.2: jQuery.extend
("Awesome")
Agustus
•
24
Agustus 2007 - jQuery 1.1.4: Lebih Cepat, Lebih Tes, Siap untuk 1,2
Juli
•
5
Juli 2007 - Perbaikan Bug untuk jQuery 1.1.3: jQuery 1.1.3.1
•
1
Juli 2007 - Versi baru dari jQuery dirilis: jQuery 1.1.3: 800% + Cepat, masih
20KB
•
1
Juli 2007 - Pengumuman UI modul baru yang sedang dikembangkan: jQuery UI
Juni
•
18
Juni 2007 - Plugin Baru Repository
Mei
•
20
Mei 2007 - bug fix uji rilis ketiga untuk 1.1: jQuery 1.1.3a
April
•
2
April 2007 - Mailing list pindah ke Google Groups, kode sekarang
diselenggarakan oleh Amazon S3
Maret
•
11
March Juni 2007 - 11 orang menghadiri jQuery meetup pertama di SXSWi
Februari
•
27
Februari 2007 - Kedua bug fix rilis untuk 1.1: jQuery 1.1.2
Januari
•
22
Januari 2007 - Pertama rilis bug fix untuk versi baru: jQuery 1.1.1
•
14
Januari 2007 - jQuery Ulang Tahun: 1.1, New Site, New Docs
•
11
Januari 2007 - rilis Beta dari jQuery 1.1: 1.1b jQuery
•
8
Januari 2007 - Alpha rilis versi baru: 1.1a jQuery
2006
Desember
•
7
November 2006 - Pemenang kontes tombol jQuery mengumumkan: Button jQuery
Pemenang Lomba
•
12
Desember 2006 - Terakhir bug fix rilis untuk 1.0: jQuery 1.0.4
November
•
27
Desember 2006 - Perencanaan jQuery 1.1: Jalan Menuju 1.1
Oktober
•
27
Oktober 2006 - Ketiga bug fix rilis untuk 1.0: jQuery 1.0.3
•
9
Oktober 2006 - Kedua bug fix rilis untuk 1.0: jQuery 1.0.2, dengan perubahan
API minor
September
•
22
September 2006 - Visual jQuery Magazine rilis: Visual jQuery Magazine Dirilis
•
7
September 2006 - Pertama disponsori pengembang bergabung dalam proyek ini:
Pengembangan jQuery Sponsor
•
2
September 2006 - versi XML API dirilis: Mengambil Dokumentasi jQuery ke tingkat
berikutnya
Agustus
•
31
Agustus 2006 - Pertama rilis bug fix untuk 1.0: jQuery 1.0.1
•
26
Agustus 2006 - versi stabil pertama dari jQuery: jQuery 1.0
Juni
•
30
Juni 2006 - jQuery 1.0 - Alpha Rilis
•
23
Juni 2006 - Perencanaan untuk jQuery 1.0: The Road to 1.0
Mei
•
29
Mei 2006 - jQuery tersedia melalui SVN: SVN Akses ke jQuery
•
27
Mei 2006 - jQuery bergerak di bawah lisensi MIT: jQuery di bawah lisensi MIT
April
•
24
April 2006 - Thickbox dirilis: Thickbox
Maret
•
21
Maret 2006 - Perbaikan bug dan fitur baru: Accordion, nilai-nilai, oncomplete,
dan perbaikan bug!
Februari
•
26
Februari 2006 - Ajax ditambahkan ke jQuery: Ajax, fx baru, dan banyak lagi!
•
23
Februari 2006 - fix release Bug: Bugs Squished, Ajax di jalan
Januari
•
27
Januari 2006 - jQuery Mailing List mengatur: jQuery Mailing List
•
25
Januari 2006 - jQuery Plugin Pertama Dibangun: jQuery Plugin Pertama
•
24
Januari 2006 - jQuery Blog mengatur: jQuery Blog
•
14
Januari 2006 - jQuery Diumumkan di BarCampNYC: BarCampNYC Wrap-up - Pengumuman
membuat halaman depan del.icio.usand Digg
2005
Agustus
•
22
Agustus 2005 - John petunjuk pertama dari sebuah perpustakaan JavaScript untuk
menggunakan penyeleksi CSS dengan sintaks lebih ringkas daripada perpustakaan
yang ada: Selectors di JavaScript
Kelebihan dan Kekurangan Jquery
Pengertian
Kelebihan Kelemahan Jquery
Pengertian,
Kelebihan dan Kekurangan Jquery - Pengertian Jquery adalah sebuah framework
yang berbasiskan Javascript. JQuery sama dengan Javascript Library yaitu
kumpulan kode atau fungsi Javascript siap pakai, sehingga mempermudah dan
mempercepat dalam pembuatan Javascript atau framework yang mampu
menyederhanakan penulisan kode dengan hasil yang lebih baik "Write less,
do more". Baca juga: Cara Menyimpan Javascript Di Google Code
JQuery
pertama kali dirilis pada tahun 2006 oleh John Resig. Lantas Seperti apakah web
berbasis jquery? untuk mengambil contoh web yang berbasi jquiery adalah Google,
Facebook, Twitter, Youtube, Nokia, VivaNews, Studio 21, Kompas atau bisa cek di
situs resminya http://docs.jquery.com/Sites_Using_jQuery. Nah sekarang
pertanyaannya adalah: Apa saja kelebihan jquery?, Apa kelemahan jquery? dan
Bagaimana cara kerja jquery?
Mengapa
web besar memimilih menggunakan jquery?
Untuk
menjawab perntanyaan seperti itu, ada beberapa kelebihan jquery di bawah ini
untuk membantu menjawab kenapa memilih jquery tersebut.
Kelebihan
JQuery
± Kompatibel
dengan hampir seluruh browser
± jQuery
telah digunakan oleh website-website raksasa
± Kompatibel
dengan seluruh versi CSS (dari CSS 1 sampai CSS 3)
± Dokumentasi
dan tutorialnya lengkap, bisa langsung dilihat di http://jquery.com
± Didukung
oleh banyak komunitas
± Disupport
oleh plugin yang lengkap
± Filenya
hanya satu dan ukurannya relatif kecil, sekitar 20kb
± Open
source atau Free
± jQuery
lebih diminati oleh para developer web saat ini
± Mempermudah
akses dan manipulasi elemen tertentu pada dokumen.
± Mempermudah
modifikasi/perubahan tampilan halaman web.
± Mempersingkat
Ajax (Asynchronous Javacsript and XML).
± Memiliki
API (Application Programming Interface).
± Mampu
merespon interaksi antara user dengan halaman web dengan lebih cepat.
± Menyediakan
fasilitas untuk membuat animasi sekelas Flash dengan mudah.
± Kekurangan
JQuery
Kalau dibagian atas berbicara tentang kelebihan yang dimiliki jquery,
maka dibawah ini adalah kelemahan jquery.
Meskipun
diklaim jquery memiliki beban kerja yang ringan (load CPU dan RAM) untuk
browser, tetap saja lebih ringan (cepat di-load) website yang tidak menggunakan
jquery, alias HTML murni.
Dari sisi
server hosting pun, CPU dan RAM harus mengalokasikan resource yang mereka
miliki untuk menangani request terhadap jquery. Pada level tertentu request
yang sangat banyak (sangat-sangat banyak) akan membebani server. Solusi: host
jquery pada situs lain, seperti Google yang menyediakan request jquery dari
servernya.
makalah lebih lengkapnya download saja
disini

0 komentar:
Posting Komentar